Rabu, 05 Februari 2020

Garis Waktu

Garis waktu


Penulis: Fiersa Besari
Penyunting: Juliagar R. N.
Penyunting Akhir: Agus Wahadyo
Foto: Fiersa Besari
Penata Letak: Didit Sasono
Desainer Cover: Budi Setiawan
Diterbitkan pertama kali oleh: mediakita
Di Copy Oleh: Reza Adetiya Putra



Terima kasih kepada tuhan,
Ibu, ibu, ibu, bapak, keluarga,  sahabat,
Komunitas Percandu Buku, mediakita, Juliagar R. N.,
Dan Engkau
(Siapa pun dirimu, yang telah meluangkan waktu
Untuk menggali perasaanku).



Mengenali garis
WAKTU

     Menulis adalah sebuah kegiatan untuk mengabadikan pemikiran. Dengan menulis, kita sedang mewariskan pandangan kita di hari ini untuk mereka yang hidup di masa depan. Karena itulah, meskipun hanya mengangkat hal-hal sederhana, menulis sudah menjadi kebutuhan bagiku. Berhenti menulis sama saja dengan mati sia-sia.

     Lantas, di manakah biasanya aku berbagi pemikiran? Dunia maya adalah jawabannya. Menulis di beragam jejaring sosial membuatku bisa berinteraksi langsung dengan para pembaca. Merekalah yang kemudian menjadi pemberi saran atas tumbuh kembang kreativitas dan orisinilitas karyaku. Celakanya, karena aku menganggap tulisan-tulisan itu hanyalah curahan hati, yang keluar begitu saja secara spontan, aku tidak pernah mengoleksi data-data mentahnya. Ide demi ide kutuangkan secara sporadis di pelbagai jejaring sosial, terunggah begitu saja tanpa meninggalkan jejak komputerku.

     Suatu ketika, timbul niatan untuk mrngumpulkan tulisan-tulisan tersebut, lalu menyusunnya menjadi sebuah buku. Ini menjadi 'pekerjaan rumah' yang melelahkan, sekaligus menyenangkan. Aris facebook, twitter, line, blogspot, instagram, dan lain-lain, kugali hingga mentok untuk mendapatkan karya karya yang tercecer. Setelah terkumpul dan melihatnya dalam gambaran besar, aku merasa ada yang janggal; tulisanku seperti kurang bisa dinikmati jika hanya disajikan sebagai cerita-cerita pendek tanpa ada benang merah yang mengaitkannya. Proyek buku pun dibekukan, dan aku kembali menuangkan ide sebatas di dunia maya.

     Hingga pada suatu hari, muncul lagi sebuah gagasan. Bagaimana jika seluruh karya yang sempat berserakan itu di lebur menjadi satu cerita panjang? Berangkat dari sana, kubuka kembali file yang sudah mengendap, kurajut cerita-cerita yang tak saling berkolerasi, kutambahkan kisah-kisah baru, kupadu padan, sekaligus kuhilangankan bagian yang tak perlu ada. Akhirnya, kumpulan pemikiran dan perasaan itu menjadi rangkaian cerita yang bisa di nikmati sebagai satu-kesatuan, sekaligus sebagai karya yang terpisah tiap babnya.

     'Garis Waktu' terpilih sebagai judul karena mampu mempresentasikan titik-titik peristiwa yang penting sang 'aku' dengan 'kamu', dari mulai masa perkenalan, kasmaran, patah hati, hingga pengikhlasan, yang tersusun secara kronologis berdasarkan bulan dan tahun. Di saat yag sama 'Garis Waktu juga mewakili prosesku menulis di dunia maya selama bertahun-tahun sampai akhirnya mebuahkan buku.

     Jika sekumpulan karya membutuhkan ruangan agar dapat dilihat secara utuh, maka 'Garis Waktu' adalah galeri yang hadir untuk kawan-kawan nikmati, dengan secangkir teh hangat di kala senja. Selamat membaca dan salam aksara 

Fiersa besari

Pada sebuah garis waktu yang merangkak
Maju, akan ada saatnya kau bertemu
Dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya.
Kemudian, satu orang tersebut akan menjadi
Bagian terbesar dalam agendamu.
Dan hatimu takkan memberikan pilihan apapun kecuali jatuh cinta, biarpun logika terus berkata bahwa risiko dari jatuh cinta adalah terjerembab di dasar nestapa







Tidak ada komentar:

Posting Komentar